CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 01 Mei 2013

Hiperemesis Gravidarum


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Saluran pencernaan merupakan hal yang begitu penting dalam kehidupan kita sehari-hari,karena dengan adanya saluran pencernaan yang baik tubuh kita akan mengkonsumsi asupan makanan sebagai sumber energy kita dengan baik pula, sehingga mewujudkan tubuh yang sehat dan bergizi. Namun seringkali kita mendengar adanya gangguan pada system pencernaan terutama pada ibu hamil, Salah satunya pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum.
Dalam perawatan pada penderita hiperemesis gravidarum dengan menggunakan asuhan kebidanan yang dilakukan mulai pasien masuk ke Rumah Sakit sampai pasien pulang.
Hiperemesis gravidarum ini gejalanya mual dan muntah yang berlebihan yang merupakan gangguan paling sering kita jumpai pada kehamilan muda terutama pada ibu primigravida. Ini disebabkan karena adanya peningkatan dan perubahan produksi hormonal dan faktor psikologi dari ibu hamil. Dalam merawat hiperemesis gravidarum ini sebaiknya penderita dirawat di Puskesmas Rawat Inap / Rumah Sakit karena memerlukan perawatan secara intensif agar tidak terjadi komplikasi yang lebih berat sehingga dapat menghambat pertumbuhan janin.
Adapun selain hiperemesis gravidarum juga terdapat gangguan saluran pencernaan seperti konstipasi, heartburn, ileus, appendicitis dan juga diare.





BAB II
PEMBAHASAN

 


2.1.   Definisi
Sistem pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan  (pengunyahan, penelanan, dan pencampuran) dengan enzim dan zat cair yang terbentang mulai dari mulut (oris) sampai anus.
            Sementara Gangguan pencernaan adalah terhalangnya fungsi pencerrnaan atau kegagalan perut dalam mencerna makanan. kebiasaan makan yang kurang baik dapat menimbulkan berbagai gangguan pada pencernaan, seperti rasa panas dalam perut, mual, diare, buang gas, pusing, sulit buang air besar, perut kembung, muntah, dan sakit perut. Gangguan utama dari pola makan yang tidak baik adalah perut terasa panas (dispepsia).
            Penyakit pencernaan adalah semua penyakit yang terjadi pada saluran pencernaan. Penyakit ini merupakan golongan besar dari penyakit pada organ esofagus, lambung, duodenum bagian pertama, kedua dan ketiga, jejunum, ileum, kolon, kolon sigmoid, dan rektum.

2.2.    Etiologi
Gangguan pencernaan wanita hamil disebabkan oleh gangguan hormon kehamilan, janin yang semakin membesar, dan memenuhi rongga perut , dan juga gaya hidup serta pola makan sebelum hamil. Beberapa penyebab gangguan system pencernaan saat kehamilan meliputi:
1.      Porsi makan yang berlebihan
Makanan yang memadati lambung akan menghambat aktivitas lambung sehingga asam lambung tidak dapat bersentuhan dengan makanan yang berasa di bagian tengah lambung. Umtuk mengatasi permasalahan ini biasanya dianjurkan makan dalam porsi kecil, tetapi dengan frekuensi yang lebih sering. Katrna hal ini lebih baik dibandingkan dengan frekuensi 2 – 3 kali makan tetapi porsinya melebihi daya tampung lambung.

2.      Makan tergesa – gesa
Cara makan yang tergesa – gesa menyebabkan makanan tidak terkunyah secara sempurna. Akibatnya, makanan yang tertelan masih dalam bentuk kasar sehingga lambung dan usus halus bekerja keras dalam mengolahnya. gerakan peristaltik lambung bukan untuk menggerus makanan tetapi untuk mendorong makanan ke bagian bawah lambung. makanan yang tidak tercerna di mulut atau di lambung akan mengalami fermentasi atau membusuk di usus dua belas jari dan usus halus.kebiasaan makan tergesa-gesa juga menyebabkan sejumlah udara tanpa sengaja masuk ke dalam lambung. Gelembung udara yang terperangkap akan keluar lagi melalui kerongkongan dan menimbulkan sendawa. Jika pada saat itu sudah ada sejumlah besar asam lambung, sebagian besar asam lambung itu akan keluar bersama udara. Kejadian inilah yang kadang – kadang menimbulkan gejala perut terasa seperti lambung.

3.      Stres atau tegang
Rasa sakit pada lambung dan usus halus juga dapat dipicu oleh faktor psikologis. seperti perasaan tegang atau stres. pada beberapa penderita, keluhan hanya terasa di sekitar lambung dan usus halus. Namun, pada beberapa kasus, gangguan dapat terjadi pada seluruh proses pencernaan. Dalam banyak hal, pola makan yang serasi dapat diterapkan untuk memperbaiki proses pencernaan penderita, tetapi tidak untuk gangguan psikologisnya.

4.      Penyumbatan pada saluran usus
Pola makan yang salah selama bertahun-tahun dapat mengakibatkan pencemaran dan penyumbatan pada sebagian saluran usus. Hal ini tidak cukup ditanggulangi dengan pola makan serasi saja. Pola makan hanya dapat membantu memperbaiki pencernaan, tetapi kondisi usus harus disehatkan terlebih dahulu. Perbaikan pencernaan ini akan lebih baik jika diikuti dengan terapi pembersih usus besar atau yang sering disebut dengan colonic irrigation atau colon hydrotherapy.

5.      Gangguan pada saraf pengendali nafsu makan
selera dan kepuasan makan dikendali oleh pusat saraf pada otak yang disebut dengan hipotalamus. Melihat, mencium, bahkan memikirkan makanan saja akan merangsang hipotalamus mengirimkan sinyal ke sistem pencernaan sehingga fungsi pencernaan menjadi aktif. Jika kita memaksakan diri untuk makan, sementara nafsu makan tidak ada, sistem pencernaan tidak akan meningkatkan aktivitasnya, karena tidak memperoleh sinyal dari hipotalamus. Akibatnya, makanan tidak akan tercerna sempurna sehingga menyebabkan masalah pada organ pencernaan.pencernaan juga akan terganggu apabila kepuasan makan kita tidak terpantau oleh saraf ini. Karena tubuh belum merasa kenyang, kita terus mengisinya dengan makanan, sampai tidak terasa perut sudah terlalu penuh. hilangnya selera makan umumnya bersifat psikologis, seperti stres, tegang, emosi, atau terlalu jenuh. Dalam hal ini pola makan yang baik hanya bisa mengatasi beban pencernaan, bukan mengatasi penyebab psikologisnya.

2.3.Macam – macam Gangguan Sistem Pencernaan pada Ibu hamil
1.      Hipermesis :
Hipermesis atau mual dan muntah wajar dialami wanita di 12 minggu pertama kehamilannya karena perubahan hormon. Selama trisemester pertama anda dianjurkan untuk mengurangi porsi dan menambah frekuensi makan serta menghindari minuman berkarbonasi. Umumnya mual, atau muntah akan berakhir setelah melewati minggu ke-12 kehamilan.Namun jika mual atau muntah berlangsung lebih lama dan parah sampai menderita dehidrasi (hiperemesis gravidarum) perlu diwaspadai sebab bayi didalam kandungan bisa ikut kekurangan cairan. Beberapa indikasi Hiperemesis lain mencakup :
- Rendahnya kadar sodium, klorida, dan potasium dalam darah.
- Dalam beberapa kasus, detak jantung bisa lebih dari 100 detak / menit dan tekanan darah menurun.
- Berat badan turun 5% dari berat badan sebelum hamil.
- Ketidakseimbangan gizi dan metabolisme.
- Tidak bisa beraktivitas normal.

Penatalaksanaan
Mendapatkan penanganan langsung di rumah sakit untuk diopname supaya mendapatkan cairan dan juga makanan melalui infus sebagai pengganti cairan tubuh atau nutrisi yang hilang. Memberikan obat anti mual dan muntah, serta obat-obatan lain yang akan disesuaikan dengan tingkat keparahan hiperemesis anda. Berikut beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengurangi masalah ini :
- Istirahat lebih panjang, dianjurkan untuk bedrest total.
- Banyak minum untuk menggantikan air yang hilang.
- Terapi hipnosis. Dengan cara mengendalikan keinginan muntah dengan hipnosis .
- Tidak dianjurkan segera turun tempat tidur sewaktu bangun pagi tetapi makanlah biskuit dengan teh hangat.
- Hindari makanan berminyak dan berlemak seperti goreng-gorengan dan santan sebab dapat menimbulkan rasa mual dan ingin muntah.

2.      Konstipasi
Konstipasi adalah kondisi pencernaan dimana anda bisa buang air besar kurang dari tiga kali seminggu. Konstipasi adalah masalah umum yang dialami wanita hamil dan pasca melahirkan. Hormon kehamilan yang tinggi membuat pergerakan otot pada usus besar melambat. selain itu, janin yang makin besar akan menekan usus besar sehingga mengganggu aktivitas normalnya. Pasca melahirkan, konstipasi diakibatkan oleh episotomi (pengguntingan dan penjahitan kembali bibir vagina), atau pada persalinan caesar, yang mana usus besar lumpuh sementara karena pembiusan. Konstipasi memiliki berbagai gejala seperti sulit buang air besar, kembung, atau bentuk kotoran keras dan kecil-kecil. sebaiknya begitu sudah merasakan ingin buang air besar,segeralah ke kamar mandi sebab menahan buang air besar akan membuat konstipasi semakin parah.

Penatalaksanaan :
- Jalan cepat selama 30 menit perhari dapat membuat usus besar  menegang sehingga nada tidak merasa kembung.
- Minum setidaknya 10 gelas air putih perhari, karena selama kehamilan, jumlah air yang terserap dari pencernaan ke dalam darah meningkat.
- Meminta resep suplemenkalsium, setidaknya 200 mg per tablet dengan dosis 5-6 kali per hari dan multivitamin yang mengandung ekstra zat besi,folat, dan vitamin B kepada doter . Jika memungkinkan , dianjurkan mengkonsumsi asamfolat sejak 3-6 bulan sebelum anda hamil.
- memperbanyak konsumsi serat. pilih roti gandum utuh daripada ropi putih biasa. Tambahkan buah dan sayur dengan kulitnya pada menu makanan. Pecahkan jadwal makan menjadi 5-6 kali makan porsi kecil kaya serat.
- Dalam beberapa kasus, pencahar diperlukan untuk kasus konstipasi yang berkelanjutan. dokter kandungan anda akan memberikan resep pencahar yang aman untuk menurunkan ketegangan di dinding usus serta melembutkan kotoran agar dapat keluar dengan mulus.

3.      Heartburn :
Heartburn atau reflux adalah rasa panas di bagian ulu hati hingga ke kerongkongan karena asam lambung yang meningkat. Hal ini disebabkan oleh tingginya hormon progesteron pada kehamilan trsemester pertama. Bagi penderita sakit lambung (maag), perlu lebih waspada terhadap heartburn.
Solusi :
- Hindari makanan berlemak, gurih dan gorengan, serta hindaru juga kafein, rokok dan alkohol.
- Kurangi konsumsi sayuran seperti kol, selada dan brokoli yang tinggi gula. meski sehat, sayur-sayuran itu akan meningkatkan jumlah asam di perut.
- Tunggu satu jam setelah makan sebelum anda berbaring.
- Jika sedang mengalami heartburn, konsumsi yoghurt atau segelas susu. bisa tambahkan sesendok madu ke dalam susu yang hangat.
Sebelum mengonsumsi obat atau menjalani perawatan untuk masalah fisik ataupun mental, anda perlu menimbang antara manfaat dan resiko. Obat-obatan memiliki manfaat menyembuhkan tetapi bisa jadi ada efek samping terhadap janin.untuk itu dianjurkan agar selalu mengkonsultasikan kesehatan ke dokter kandungan sebelum mengonsumsi obat bebas sekalipun.

4.      Gastritis
Keluhan hamil muda sering disangka gastritis karena memang gejalanya hampir sama yaitu nyeri ulu hati, mual, muntah, anoreksia, dan menjadi kurus.

5.      Kanker usus
Kanker usus merupakan penyakit ketiga yang menjadi penyebab kematian di seluruh dunia. Penelitian sebelumnya dengan menggunakan binatang sebagai percobaan, kanker. Studi pada manusia juga menunjukan keseluruhan jumlah kalsium yang dikonsumsi sangat positif dakam mengurangi tingkat dari resiko kanker susu ini. Setiap kenaikan 1.000 miligram kalsium sehari atau lebih akan mempu mengurangi 15% resiko dari kanker usus pada wanita dan 10% pada pria. Konsumsi susu dan kalsium bisa mengurangi resiko terkena kanker usus. Keju dan yoghurt juga merupakan hasil olahan dari susu.
Pencegahan
Cara terbaik untuk mencegah dan mengurangi risiko kanker usus adalah dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang antara buah, sayuran, dan kalori. untuk mengurai proses penimbunan lemak.
6.      Ileus
ileus bias dijumpai dalam kehamilan, persalinan, dan nifas, terutama pada partus lama dan terlantar. Setelah bedah kebidanan dan sebagainya. Ileus paralitikus lebih sering dijumpai dibandingkan ileus obstruktif.
Gejala : muntah,perut kembung (meteorismus),obstipasi, dan bising usus diam (paralitis) dan bising usus bunyi logam (obstruktif).
Diagnosis lebih jelas dilakukan dengan rontgen. Konsultasi dengan ahli bedah sangat dianjurkan.
Penanganan : – ileus obstruktif : segera tindakan operatif
-          Ileus paralitis : terapi konserfatif dengan pemberian cairan dan elektrolit yang cukup. Pasang pipa hidung – lambung dan pipa rectum. Diberikan pula obat-obat dekompresi untuk perut yang gembung.

7.      Vulvulus usus
Usus terputar pada pangkalnya sehingga terjadi stangolasi hal ini dapat dijumpai pada kehamilan dan setelah persalinan.keadaan ini sangat gawat (abdomen akut) sehingga memerlukan tindakan operatif segera dan harus bekerja sama dengan ahli bedah.

8.      Hernia
Bermacam-macam hernia yang dapat timbul bersamaan dengan kehamilan : hernia ingunalis, umbilikalis, femoralis dan sikatrika. Pada kala II persalinan, pembesaran rahim biasanya tidak memperberat hernia. Apabila tidak terjadi inkarserasi penanganan dilakukan secara konserfatif bila terjadi hernia segera dilakukan tindakan operatif.

9.      Apendisitis ( Usus Buntu )
Walaupun apendisitis akut dapat jarang terjadi dalam kehamilan dan gejalanya dapat membingungkan dengan gejala abdomen akut obstetric (KET, solusio plasenta,ddl) dalam kehamilan, diagnosis lebih sulit karena usus-usus terdorong ke atas oleh rahim yang membesar.
Penanganan Apendisitis Kronik dalam kehamilan diobati dengan cara konserfatif dengan obat-obat yang cukup. Apabila terjadi apendisitis akut,segera dioperasi. Umum nya proknosis ibu dan janin baik.

10.  Mencret (Diare)
Diare terjadi karena adanya rangsangan yang berlebihan pada mukosa usus sehingga gerakan otot usus meningkat dan makanan kurang terserap secara sempurna. Diare termasuk gangguan perncernaan yang paling sering muncul terutama pada anak-anak.
Diare akut kalau anak mencret lebih dari 4 kali sehari. Penyebabnya bisa infeksi, bisa juga hanya karena salah makan, sebagai contoh makanan yang tidak sesuai dengan usia anak, misalnya sudah diberikan makan padat sebelum waktunya.
Faktor kebersihan juga menjadi sebab diare. Diare yang disebabkan bakteri atau salah makan adalah penyebab utama gangguan pencernaan pada anak di bawah 5 tahun (Balita). Selain itu, ada juga diare akibat cacing.
Pengobatan mencret
Pengobatan diare yang paling dianjurkan adalah memberikan oralit. Tidak ada anak yang meninggal karena diare, yang ada meninggal karena dehidrasi. Jadi, yang perlu diwaspadai bukan diarenya, melainkan dehidrasinya. Selama cairan tubuhnya cukup, tak perlu khawatir. Salah satu indikator dehidrasi adalah buang air kecilnya.
Selama kencingnya cukup, berarti tidak ada dehidrasi. Berikan oralit, karena sudah disesuaikan dengan cairan yang dikeluarkan melalui BAB.”
Oralit mengandung glukose, natrium, kalium, dan bikarbonat untuk menggantikan cairan yang hilang lewat BAB. Sementara pada air putih, natrium dan kaliumnya turun. Anak malah bisa kejang, kembung, dan lemas kalau hanya tergantikan airnya saja. Yang juga harus diperhatikan, jangan menyamakan komposisi oralit untuk anak dan dewasa. “Pada anak, natriumnya lebih rendah. Jadi, kalau mencretnya 2 sendok, jangan memberikan oralit segelas, mencret setengah gelas, jangan memberikan oralit tiga gelas.
Jadinya malah hipernatrium, bisa-bisa anak mengalami koma. Kebutuhan cairan disesuaikan dengan oralit.



11.   Wasir atau hemoroid
Wasir atau hemoroid adalah pelebaran pembuluh darah balik (vena) di dalam anyaman pembuluh darah. Keluhan pertama kali yaitu darah segar menetes setelah buang air besar (BAB). Biasanya tanpa disertai rasa nyeri dan gatal di anus. Pencegahannya adalah perlu diet tinggi serat dengan makan sayur sayuran dan buah-buahan yang bertujuan membuat volume tinjanya besar, tetapi lembek, sehingga saat BAB, karena tidak perlu mengejan dapat merangsang wasir.



BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NY. “N” UMUR 24 TH. G1P0A0AH0 UMUR KEHAMILAN 9+5 MINGGU DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM
DI RS MUNTILAN MAGELANG

No. Register                           : 12546896
Masuk RS tanggal/jam           : Senin, 25 Maret 2013 jam 09.00 WIB
Dirawat di ruang                     : Anggrek

I.       PENGKAJIAN                              Tgl 25 Maret 2013  jam 09.00 WIB, Oleh: bidan Sari
A.    Data Subyektif
1.     Identitas                            Istri                                         Suami
Nama                                : Ny ”N”                                  Tn “I”
Umur                                 : 21 Tahun                               25 Tahun
Agama                              : Islam                                     Islam
Pendidikan                        : SMA                                     SMA
Pekerjaan                          : IRT                                        Buruh Tani
Suku/Bangsa                     : Jawa/Indonesia                     Jawa/Indonesia
Alamat                              : Karang tengah Muntilan      Karang Tengah Muntilan           
Telp                                   : 0857689980                          09817769988
2.     Alasan Datnag
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilanya
3.     Keluhan Utama
Ibu mengatakan sejak seminggu yang lalu tiap makan dan minum merasa mual, muntah, serta pusing. Ibu mengatakan muntah lebih dari 10 x/hari.
4.     Riwayat Menstruasi
Menarche umur          : 13 tahun                                Warna             : merah
lama                            :  5-6 hari                                Konsistensi     : cair
                  
                   siklus                         : 29 hari                                  Bau                  : khas
                   keluhan                      : Tidak ada
5.     Riwayat perkawinan
Status pernikahan                         : Sah
Lama                                             : 1 th
Menikah ke                                   : I
Usia menikah pertama kali          : 20 th
6.     Riwayat Obstetrik            : G1P0A0AH0
Hamil ke
Persalinan
Nifas
Tgl lahir
Umur kehamilan
Jenis persalinan
penolong
komplikasi
Jenis kelamin
BB lahir
(gram)
laktasi
komplikasi
I
Kehamilan sekarang



















7.     Riwayat kontrasepsi yang digunakan
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun
8.     Riwayat Kehamilan sekarang
a.      HPHT  : 16-01- 2013
b.     HPL     : 23-10-2013
c.      Imunisasi TT : Ibu mengatakan belum pernah mendapatkan imunisasi TT
d.     Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir : Belum dirasakan
9.     Riwayat Kesehatan
a.      Penyakit yang pernah/sedang diderita ( menular, menurun, dan menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah atau sedang menderita penyakit menular seperti HIV, TBC, PMS. Menurun seperti hipertensi, DM, Asma. Menahun seperti jantung, paru-paru, ginjal.
b.     Penyakit yang pernah/ sedang diderita keluarga ( menahun, menurun, menahun)
Ibu mengatakan baik dari keluarga ibu maupun suami tidak pernah penyakit menular seperti HIV, TBC, PMS. Menurun seperti hipertensi, DM, Asma. Menahun seperti jantung, paru-paru, ginjal.
c.      Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan baik dari keluarga ibu maupun suami tidak ada keturunan kembar.
d.     Riwayat operasi
Ibu mengatakan belum pernah melakukan operasi
e.      Riwayat alergi
Ibu mengatakan tidak  alergi obat.

10.  Pola Kebutuhan Sehari-hari
a. Pola nutrisi           Sebelum hamil                                   Saat Hamil     
Makan
Frekuensi              : 3x/hari                                              3x/hari
Jenis                      : nasi, lauk, sayur                               Nasi, lauk, sayur, buah
Porsi                      :1 piring                                              ½ piring
Pantangan             : tidak ada                                           Tidak ada
Keluhan                : Tidak ada                                          Mual muntah
Minum
Frekuensi              : 5-6x/hari                                           3-4x/hari
Jenis                      : air putih, teh                                     Air putih, teh, susu
Porsi                      : 1 gelas                                              ½ gelas
      Pantangan             : tidak ada                                           Tidak ada
Keluhan                : tidak ada                                           mual muntah
b.Pola eliminasi
BAB
Frekuensi              : 1x sehari                                           2 hari sekali
Warna                   : kuning khas feses                             kuning kecoklatan
Konsistensi           : lunak                                                 keras
Keluhan                : tidak ada                                           susah BAB

BAK
Frekuensi              : 4-5x /hari                                          3 -4 x/hari
Warna                   : kuning jernih                                                Kuning
Konsistensi           : cair                                                    cair
Keluhan                : tidak ada                                           pipis sedikit
c. Pola istirahat
Tidur siang          
Lama                     : ½ jam sehari                                     1 jam/hari      
Keluhan                : tidak ada                                           Tidak ada
Tidur malam
Lama                     : 6-8  jam sehari                                 8-9 jam/hari
Keluhan                : tidak ada                                           Tidak ada
d.Personal hygiene 
Mandi                   : 2x sehari                                           2x sehari                    
Gosok gigi            : 2x sehari                                           2x sehari
Ganti pakaian       : 1x sehari                                           1x sehari
Mencuci rambut   : 2x seminggu                                     3x seminggu
e. Pola seksualitas
Frekuensi              : 3x seminggu                                     2x seminggu
Keluhan                : tidak ada                                           Tidak ada

f. Pola aktivitas( terkait kegiatan fisik, olahraga)
Ibu mengatakan melakukan kegiatan rumah tangga sendiri seperti memasak mencuci, menyapu
ibu jarang melakukan kegitan olahraga
11.  Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum jamu, dan minum minuman beralkohol.
12.  Psikososiospritual ( penerimaan ibu/ suami/keluarga terhadap kehamilan, dukungan sosial, perencanaan persalinan, pemberian ASI, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial dan persiapan keuangan ibu dan keluarga)
a.      Ibu senang dengan kehamilannya
b.     Keluarga dan suami senang dengan kehamilan ibu
c.      Ibu dan keluarga cemas dengan keadaan ibu saat ini
d.     Ibu selalu menjalankan shalat 5 waktu
e.      Kegiatan sosial: ibu senang mengikuti kegiatan sosial dikampungnya
13.  Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan dan laktasi)
Ibu mengatakan belum pernah mendapatkan informasi mengenai kehamilan, persalinan dan laktasi.
14.  Lingkungan yang berpengaruh( sekitar rumah dan hewan peliharaan)
a.      Lingkungan sekitar rumah ibu bersih
b.     Ibu tidak memiliki hewan peliharaan

B.    Data Obyektif
1.     Pemeriksaan Umum
KU                        : Lemah
Kesadaran             : Apatis
Status Emosional  : Cemas
Tanda vital Sign   :
      Tekanan Darah           : 90/70 mmHg                                    Nadi    : 105 x/menit
      Pernafasan                  : 26x/menit                                         Suhu    : 38 0C
TB                         : 159 cm
BB                         : Sebelum hamil         : 59 kg
                                Sekarang                   : 58 kg
LILA                     : 25 cm
2.     Pemeriksaan Fisik
Kepala             : Bentuk  meshocepal, tidak ada bekas operasi, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan.
Rambut          : lurus, hitam,tidak berketombe, tidak rontok,tidak berbau.
Muka               :Bentuk oval, warna kulit agak pucat, tidak ada chloasma, tidak ada bekas operasi, tidak ada odema.
Mata                : simetris, mata cekung, konjungtiva pucat, sklera agak ikterik, tidak ada secret.
Hidung            :bersih, tidak ada polip, tidak ada secret, tidak ada cuping hidung.
Mulut              : bibir kering, tidak ada stomatitis,tidak ada karies gigi, lidah kotor gusi tidak berdarah.
Telinga            : simetris, terdapat sedikit serumen, tidak ada tanda-tanda infeksi
Leher               : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, parotis, limfe dan vena jugularis.
Dada                : simetris, tidak ada retraksi diding dada, tidak ada bunyi whezing, tidak ada mengi, tidak terdapat ronchi
Payudara         : simetris, terdapat pembesaran payudara, puting susu menonjol, aereola hyperpigmentasi, tidak ada benjolan yang abnormal.
Abdomen        :Tidak ada bekas luka operasi, tidak terdapat linea dan striae gravidarum.
Palpasi leopold
Leopold I        : Belum teraba
Leopold II       : Tidak dilakukan
Leopold III      : Tidak dilakukan
Leopold IV      : Tidak dilakukan
Auskultasi DJJ            : -
ekstremitas atas         : simetris, gerakan aktif, turgor kulit berkurang, kuku  anemis tidak sianosis
ekstremitas bawah     : simetris, gerakan aktif, turgor kulit berkurang, kuku  anemis tidak sianosis reflek patela (+)
Genetalia luar             :Bersih, tidak terdapat varises, tidak terdapat udema tidak ada pembesaran kelenjar bartholini
Anus                            : tidak haemorroid
Pemeriksaan panggul :
a.  Distansia spinarum    : 24 cm
b.   Distansia cristarum   : 29 cm
c.  Konjugata eksterna    : 18 cm
d.   Lingkar panggul        : 80 cm





3.     Pemeriksaan Penunjang                           Tanggal: 25 Maret 2013 jam: 09.00 WIB
a.      HB : 10 mg%

4.   Data Penunjang


II.     INTEPRETASI DATA
A.    Diagnosa Kebidanan
Seorang ibu Ny “N” umur 24 tahun GIP0A0AH0 Umur kehamilan 9+5 minggu dengan hiperemesis gravidarum tingkat II
Dasar
DS :
 - Ibu mengatakan berumur 24 Tahun
- Ibu mengatakan ini adalah kehamilan yang pertama
- Ibu mengatakan tidak pernah keguguran
-Ibu mengatakan HPHTnya tanggal 16-01- 2011
- Ibu mengatakan Ibu mengatakan sejak seminggu yang lalu tiap makan dan minum merasa mual, muntah, serta pusing. Ibu mengatakan muntah lebih dari 10 x/hari.
- Ibu mengatakan susah buang air besar dan pipis sedikit
DO :
KU                        : Lemah
Kesadaran             : Apatis
Status Emosional  : Cemas
Tanda vital Sign   :
      Tekanan Darah           : 90/70 mmHg                                    Nadi    :105 x/menit
      Pernafasan                  : 26x/menit                                         Suhu    : 38 0C
TB                         : 159 cm
BB                         : Sebelum hamil         : 59 kg
                                Sekarang                   : 58 kg
LILA                     : 25 cm
-        Payudara membesar, aerola hiperpigmentasi, putting susu menonjol
-        Muka ibu pucat,mata cekung, konjungtiva pucat, sclera mata agak ikterik, bibir kering,lidah kotor, turgor kulit berkurang.
-        HB : 10 mg%


B.    Masalah
-Asupan Nutrisi berkurang
- Ibu cemas dengan keadaannya
Dasar: -Ibu makan dengan frekuensi 3x/hari, porsi ½ piring. Minum 3-4x/hari, porsi ½ gelas
            -Ibu cemas dengan keadaannya
C. Kebutuhan
      - Informasi tentang keadaan ibu
      -KIE tentang gizi
     
III.   IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL
Hiperemesis Gravidarum Tingkat III

IV.  TINDAKAN SEGERA
1.     Memasang infuse D5%
2.     Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat :
Memberi obat seperti avomin (Antihistaminika) dan memberi vitamin B1

V.    PERENCANAAN                                                 Tanggal/jam: 25 Maret 2013 jam 09.05 WIB                     
1.     Beritahu ibu dan keluarga tentang kondisi ibu saat ini
2.     Pasang infuse
3.     Berikan terapi obat dan vitamin
4.     Anjurkan ibu untuk bedrest
5.     Tempatkan ibu di dalam kamar yang tenang, penerangan yang cerah, dan ventilasi udara yang baik
6.     Batasi jumlah pengunjung
7.     Anjurkan ibu untuk makan dalam jumlah yang kecil tapi sering
8.     Beritahu ibu untuk menghindari makanan yang berminyak dan berbau lemak

VI.  PELAKSANAAN                                                 Tanggal/jam: 25 Maret 2013 jam 09.10 WIB
1.     Memberitahu pada ibu dan keluarga tentang kondisi ibu, bahwa kondisi ibu sedang lemah,  ibu memerlukan perawatan dan pengawasan yang khusus.
2.     Memasang infuse D5% sebagai pengganti cairan yang hilang untuk menambah tenaga ibu karena mengandung glukosa
3.     Memberi ibu terapi obat Avomin 3×1 sebagai anti muntah dan Vitamin B1 untuk memenuhi kebutuhan vitamin ibu
4.     Menganjurkan ibu untuk bedrest agar kondisi tubuhnya segera pulih
5.     Menempatkan ibu di dalam kamar yang tenang, penerangan yang cerah, dan ventilasi udara yang baik agar ibu dapat beristirahat tanpa adanya gangguan
6.     Membatasi jumlah pengunjung karena ibu memerlukan suasana tenang dan nyaman untuk dapat beristirahat
7.     Menganjurkan ibu untuk makan dalam jumlah yang kecil tetapi sering, sewaktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biscuit dengan jahe hangat
8.     Memberitahu ibu untuk menghindari makanan yang berminyak dan berbau lemak karena jenis makanan ini dapat merangsang rasa mual-mual.

VII.          EVALUASI                                         Tanggal/jam: 25 Maret 2013 jam 09.15 WIB
1.     Ibu dan keluarga telah diberitahu kondisi dan keadaan ibu saat ini
2.     Ibu sudah terpasang infuse D5% dengan jumlah tetesan 20 tetes/menit sebagai pengganti cairan
3.     Ibu telah diberikan terapi obat dan vitamin
4.     Ibu bersedia untuk bedrest
5.     Ibu sudah berada di dalam kamar yang tenang dan nyaman
6.     Pengunjung telah diberi pengertian untuk tidak masuk semua kedalam kamar
7.     Ibu akan mencoba untuk makan dalam porsi yang kecil tapi sering dan bersedia untuk makan biscuit di pagi hari
8.     Ibu bersedia untuk menghindari makanan yang berminyak dan berbau lemak.
BAB IV
PENUTUP



4.1       Kesimpulan
Dari asuhan kebidanan NY. N hanva ditemukan beberapa masalah, antara lain :
1.      Seorang ibu Ny “N” umur 24 tahun GIP0A0AH0 Umur kehamilan 9+5 minggu dengan hiperemesis gravidarum tingkat II
  1. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi
  2. Potensial terjadinya hiperemesis gravidarum tingkat III
Maka tindakan yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang timbul, antara lain :
1.   Memberitahu pada ibu dan keluarga tentang kondisi ibu, bahwa kondisi ibu sedang lemah,  ibu memerlukan perawatan dan pengawasan yang khusus.
2.     Memasang infuse D5% sebagai pengganti cairan yang hilang untuk menambah tenaga ibu karena mengandung glukosa
3.     Memberi ibu terapi obat Avomin 3×1 sebagai anti muntah dan Vitamin B1 untuk memenuhi kebutuhan vitamin ibu
4.     Menganjurkan ibu untuk bedrest agar kondisi tubuhnya segera pulih
5.     Menempatkan ibu di dalam kamar yang tenang, penerangan yang cerah, dan ventilasi udara yang baik agar ibu dapat beristirahat tanpa adanya gangguan
6.     Membatasi jumlah pengunjung karena ibu memerlukan suasana tenang dan nyaman untuk dapat beristirahat
7.     Menganjurkan ibu untuk makan dalam jumlah yang kecil tetapi sering, sewaktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biscuit dengan jahe hangat
8.     Memberitahu ibu untuk menghindari makanan yang berminyak dan berbau lemak karena jenis makanan ini dapat merangsang rasa mual-mual.

Setelah dilakukan asuhan kebidanan maka masalah yang ada dapat teratasi sehingga pasien dapat pulang dengan keadaan sehat.
Dengan terselesainya management kebidanan tentang perawatan penderita hiperemesis gravidarum maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1.       Hiperemesis gravidarum sering terjadi pada ibu hamil muda dan sampai sekarang penyebab pastinya belum diketahui
2.       Tindakan yang diberikan dapat disesuaikan dengan keluhan yang ada sebelum diagnosa pasti ditegakkan
3.       Penyembuhan memerlukan ketenangan dan waktu yang lama, maka dalam peraturannya perawatannya harus diperhatikan secara keseluruhan baik bio, psiko dan sosial.
4.2  Saran
a. Pada Klien/Keluarga
1.      Diharapkan agar setiap ibu hamil memeriksakan kehamilannya secara teratur untuk mendeteksi adanya kelainan yang bisa terjadi pada masa kehamilan. persalinan maupun masa nifas.
2.      Mengkonsumsi makanan yang tinggi akan zat gizi.
3.      Menjaga personal higiene agar tidak terjadi infeksi selama kehamilan, persalinan dan nifas.

  b.Pada Petugas Kesehatan
1.      Diharapkan petugas kesehatan selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya sesuai dengan kemajuan IPTEK.
2.      Diharapkan petugas kesehatan jeli dalam mencari masalah yang sedang dihadapi oleh pasien dan mampu mencari solusi dalam menangani masalah tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, IGB. 2009. Buku Ajar Patologi Obstetri. Jakarta : EGC
Prawirohario. Sarwono, 2001. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.
Manuaba, IGB. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta : EGC.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar